Minggu, 06 Juli 2008

Inter denominational: what is it for?

Saya sudah 2.5 tahun berada di NTU-ISCF (NTU-Indonesian Students Christian Fellowship). Dan saat ini saya sedang memikirkan tentang salah satu keunikan yang dimiliki oleh persekutuan/fellowship ini: Interdenominasi (Inter-D). Keunikan ini umumnya ada didalam persekutuan-persekutuan yang bergerak di dunia mahasiswa, dan istilah ini sering juga dihubungkan dengan konsep parachurch (Greek: para= beside or alongside).

Lalu apa itu parachurch?
Wikipedia menyebutkan bahwa sebuah organisasi parachurch adalah 'a vehicle by which Christians work collaboratively both outside of and across their denominations to engage with the world in social welfare and evangelism.'Disini kita memilah definisi itu menjadi 3:
1. Christians work collaboratively -Disini ada sesuatu yang dinamakan Kesatuan (united), suatu ciri khas yang sudah ada sejak gereja mula-mula (Kisah Para Rasul 2:41-47)

2. Both outside and across their denominations -Saya kira ini hal yang paling menarik. Pada umumnya orang bekerja bagi pekerjaan Tuhan yang dari suatu gereja tertentu, dimana dalam 1 gereja pasti menganut doktrin/ajaran yang berbeda dengan apa yang dianut gereja lain (baik dalam 1/2 hal atau banyak hal). Tapi didalam sebuah parachurch, anggota-anggotanya bekerja, tapi diluar ato lintas denominasi. Berarti tidak ada suatu denominasi yang overwhelming/dominan. ISCF sebagai Parachurch menerima semua denominasi untuk masuk didalamnya, namun denominasi tersebut haruslah menerima juga 11 pengakuan iman kita.

3. Engage with the world in Social Welfare and Evangelism -Section ini menyebutkan tentang tujuan parachurch itu ada: engage with the world. Orang Kristen sebagai garam dan terang dunia, yang hidup didalam dunia, mempunyai mandat untuk mempengaruhi dunia ini dan membawa dunia ini kepada Kristus. Hence, we have to interact, we have to engage. But how? in what field?- Social Welfare - Yesus memerintahkan kita untuk mengasihani orang-orang yang kekurangan, lemah, tersingkirkan, ataupun terkena musibah. Kita melayani mereka dengan kasih yang tulus, kasih yang kita terima yang berasal daripada Allah sendiri (Yoh 3:16). By doing this, we show to the world the beauty and the greatness of God's love.- Evangelism - what about evangelism?? It seems to be a scary word for us. Kita tahu betapa tidak mudahnya untuk memberitakan Injil, walau sebenarnya Tuhan memampukan kita melakukannya. Too many of us make excuses for not proclaiming the Gospel. Tapi, inilah yang menjadi tugas kita. Banyak alasan mengapa kita harus menginjili (bisa baca buku Pdt Mangapul Sagala tentang penginjilan)."Evangelism is our raison d'etre (reason for being,red). It is the heartbeat of our movement." (Prof. Samuel Escobar, IFES Presidential Address, 2003)

This is the beauty of a parachuch, which is, actually, an ideal hope by its founding fathers (FES - 1947). Keindahannya terletak pada pekerjaan Tuhan yang dikerjakan bukan oleh gereja tertentu (denominasi tertentu), tapi oleh orang-orang dari berbagai denominasi/gereja yang bersatu untuk mencapai GOAL yang sama. Dengan pemahaman demikian, anggota parachurch bisa lebih fokus untuk memikirkan tentang bagaimana mencapai GOAL itu.

Tidak ada komentar: