September 13, 2008 by James W. Skillen, Ph.D
Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan apa kata Alkitab mengenai tujuan Allah bagi penciptaan serta menjelaskan tanggung jawab manusia untuk melakukan keadilan di hadapan Tuhan dan semua ciptaan-Nya.
A. Justice in Creation - the standard of justice is grounded in God's relation to creation
Penciptaan bertujuan untuk menyatakan kemuliaan Allah (dengan ciptaan tersebut tunduk pada perintah sang Pencipta) - God's order of all creation (Nature of creation). Jika ciptaan tidak tunduk pada Pencipta, maka keadilan Tuhan harus dijalankan : Air bah (pelangi sebagai simbol keadilan Tuhan).
1. Keadilan harus ada pada gambar Allah - manusia, laki-laki dan perempuan, dalam relasi mereka dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan
2. Keadilan menurut Alkitab berarti kita berurusan dengan semua orang dan ciptaan lain sebagaimana Allah menciptakan orang dan ciptaan lainnya. Tuhan menciptakan berbagai jenis ciptaan, dan Tuhan menetapkan order (posisi) semua ciptaan. Kita harus melihat semua ciptaan (termasuk diri sendiri) sebagaimana Allah melihatnya. Tuhan menetapkan posisi-posisi ini, sehingga kita dapat address them properly and exercise justice, dimana hal ini memuliakan Tuhan.
3. Justice and righteousness : 2 words used interchangeably in the OT. They are 2 sides of the same coin. Kita harus memposisikan Tuhan dan ciptaanNya menurut their fit position. Contoh: misalnya binatang diposisikan sebagai allah, maka menjadi ilah palsu, sehingga ini tidak benar = injustice! ; child labour is injustice, because we treat child as adults, which is incorrect.
4. Implikasi : ketika kita iri hati terhadap orang lain, kita sebenarnya sedang memainkan peran yang seharusnya menjadi peran Tuhan. Kita menjadi tuhan, dan memperlakukan Tuhan tidak semestinya. Padahal Dia adalah Tuhan dan kitalah pelayanNya. Karena itu haruslah kita mengucap syukur dalam segala hal, karena Allah itu baik dan adil serta benar.
5. Banyak sekali definisi apa itu adil dalam masyarakat. Ada sesuatu yang tampaknya adil, tapi sebenarnya tidak juga. Kita harus pandai-pandai memilah (Ibr 5:11-14). Bagaimana kita memilahnya? Tidak semua hal tertulis dalam Alkitab. Kita perlu belajar untuk membedakan (discerning) between them. Tuhan memampukan kita untuk melakukan ini karena Dia telah bekerja didalam kita melalui karya Yesus Kristus dan telah mengembalikan kita ke posisi / status kita semula sebagai "restored image of God".
B. Restrained Justice - sebagai respon akan dosa manusia, Tuhan menahan Diri untuk menjalankan seluruh kepenuhan keadilanNya, hingga Dia menggenapkan segala sesuatu dalam Kristus Yesus melalui penghakiman dan penebusanNya.
Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan apa kata Alkitab mengenai tujuan Allah bagi penciptaan serta menjelaskan tanggung jawab manusia untuk melakukan keadilan di hadapan Tuhan dan semua ciptaan-Nya.
A. Justice in Creation - the standard of justice is grounded in God's relation to creation
Penciptaan bertujuan untuk menyatakan kemuliaan Allah (dengan ciptaan tersebut tunduk pada perintah sang Pencipta) - God's order of all creation (Nature of creation). Jika ciptaan tidak tunduk pada Pencipta, maka keadilan Tuhan harus dijalankan : Air bah (pelangi sebagai simbol keadilan Tuhan).
1. Keadilan harus ada pada gambar Allah - manusia, laki-laki dan perempuan, dalam relasi mereka dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan
2. Keadilan menurut Alkitab berarti kita berurusan dengan semua orang dan ciptaan lain sebagaimana Allah menciptakan orang dan ciptaan lainnya. Tuhan menciptakan berbagai jenis ciptaan, dan Tuhan menetapkan order (posisi) semua ciptaan. Kita harus melihat semua ciptaan (termasuk diri sendiri) sebagaimana Allah melihatnya. Tuhan menetapkan posisi-posisi ini, sehingga kita dapat address them properly and exercise justice, dimana hal ini memuliakan Tuhan.
3. Justice and righteousness : 2 words used interchangeably in the OT. They are 2 sides of the same coin. Kita harus memposisikan Tuhan dan ciptaanNya menurut their fit position. Contoh: misalnya binatang diposisikan sebagai allah, maka menjadi ilah palsu, sehingga ini tidak benar = injustice! ; child labour is injustice, because we treat child as adults, which is incorrect.
4. Implikasi : ketika kita iri hati terhadap orang lain, kita sebenarnya sedang memainkan peran yang seharusnya menjadi peran Tuhan. Kita menjadi tuhan, dan memperlakukan Tuhan tidak semestinya. Padahal Dia adalah Tuhan dan kitalah pelayanNya. Karena itu haruslah kita mengucap syukur dalam segala hal, karena Allah itu baik dan adil serta benar.
5. Banyak sekali definisi apa itu adil dalam masyarakat. Ada sesuatu yang tampaknya adil, tapi sebenarnya tidak juga. Kita harus pandai-pandai memilah (Ibr 5:11-14). Bagaimana kita memilahnya? Tidak semua hal tertulis dalam Alkitab. Kita perlu belajar untuk membedakan (discerning) between them. Tuhan memampukan kita untuk melakukan ini karena Dia telah bekerja didalam kita melalui karya Yesus Kristus dan telah mengembalikan kita ke posisi / status kita semula sebagai "restored image of God".
B. Restrained Justice - sebagai respon akan dosa manusia, Tuhan menahan Diri untuk menjalankan seluruh kepenuhan keadilanNya, hingga Dia menggenapkan segala sesuatu dalam Kristus Yesus melalui penghakiman dan penebusanNya.
1. Pada waktu air bah diturunkan, Tuhan membawa penghakimanNya keatas dunia ini. Inilah keadilan Tuhan. Namun Tuhan masih mengasihani manusia : God's mercy.
2. God's mercy disisi lain juga berarti penahanan terhadap ekspresi dan konsekuensi penuh dari dosa. Contoh: pada saat air bah, seharusnya semua manusia mati karena dosa. Tapi Tuhan masih mengasihani Nuh dan keluarganya.
3. God's restraint juga berarti adanya kemungkinan bagi manusia untuk menjalankan tanggung jawab, termasuk tanggung jawab untuk memerintah bumi (Tuhan menunjuk manusia untuk memerintah masyarakat dan dunia).
4. Implikasi: seringkali kita bertanya mengapa Tuhan tidak adil. Orang jahat dapat bebas dari malapetaka, tetapi orang benar menderita. Pertanyaan ini bahkan tertuang di Alkitab! Hal ini menunjukkan ketidakpercayaan serta ketidaksabaran kita terhadap Tuhan. Kita lupa bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil dan baik serta tahu kapan serta bagaimana Ia menjalankan keadilanNya.
5. Jika kita merasakan suatu ketidakadilan dalam hidup kita, lihatlah Yesus Kristus ! Anak Allah tetapi harus mati diatas kayu salib. Hal ini nampak tidak adil sama sekali. Tapi justru hal ini adalah ekspresi penuh dari keadilan dan penebusan Tuhan.
6. Tuhan memilih dan memanggil Israel sebagai contoh suatu bangsa yang melaluinya keadilan Tuhan secara penuh dapat dinyatakan (melalui Kristus).
C. Administered justice - fakta bahwa Tuhan, melalui anugerah umum, menopang hidup manusia dan mengirimkan hujan serta sinar matahari baik kepada orang yang adil maupun tidak adil menunjukkan bahwa Tuhan menempatkan manusia dalam mengadministrasi keadilan di dunia dan membuat mereka bertanggung jawab untuk melakukannya.
1. Panggilan manusia (vocation) untuk mengatur keadilan didunia adalah panggilan mulia.
2. Pertanyaan yang kita hadapi sekarang di sekitar kita adalah pertanyaan esensial mengenai bagaimana melakukan tanggung jawab kita kepada Tuhan untuk menerapkan prinsip keadilan dalam masyarakat umum.
D. Assured justice - usaha manusia dalam menerapkan keadilan tidak akan pernah dapat membangun Kerajaan Allah yang penuh keadilan, yang hanya dapat dibangun/ didirikan berdasarkan kebenaran dalam Yesus Kristus, Raja diatas segala raja dan Tuhan diatas segala tuhan.
1. Dalam Kristus, keadilan itu pasti terjamin, dan seluruh ciptaan diperdamaikan dengan Allah.
2. Dalam Kristus dan dengan kuasa Roh Kudus, penghakiman Tuhan yang sempurna serta penggenapan KerajaanNya yang kekal dapat tercapai.
3. Mereka yang ada didalam Kristus dipanggil untuk menjadi pelayan bagi pendamaian ini (set the things straight again = realignment), yang meliputi tanggung jawab kita sebagai hamba Tuhan bagi keadilan dunia.
E. Fulfilled justice - Keadilan akan digenapi dalam segala cara ketika Kristus datang kedua kali dalam kemuliaanNya.
Soli Deo Gloria !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar