Saya sudah 2.5 tahun berada di NTU-ISCF (NTU-Indonesian Students Christian Fellowship). Dan saat ini saya sedang memikirkan tentang salah satu keunikan yang dimiliki oleh persekutuan/fellowship ini: Interdenominasi (Inter-D). Keunikan ini umumnya ada didalam persekutuan-persekutuan yang bergerak di dunia mahasiswa, dan istilah ini sering juga dihubungkan dengan konsep parachurch (Greek: para= beside or alongside).
Lalu apa itu parachurch?
Wikipedia menyebutkan bahwa sebuah organisasi parachurch adalah 'a vehicle by which Christians work collaboratively both outside of and across their denominations to engage with the world in social welfare and evangelism.'Disini kita memilah definisi itu menjadi 3:
1. Christians work collaboratively -Disini ada sesuatu yang dinamakan Kesatuan (united), suatu ciri khas yang sudah ada sejak gereja mula-mula (Kisah Para Rasul 2:41-47)
2. Both outside and across their denominations -Saya kira ini hal yang paling menarik. Pada umumnya orang bekerja bagi pekerjaan Tuhan yang dari suatu gereja tertentu, dimana dalam 1 gereja pasti menganut doktrin/ajaran yang berbeda dengan apa yang dianut gereja lain (baik dalam 1/2 hal atau banyak hal). Tapi didalam sebuah parachurch, anggota-anggotanya bekerja, tapi diluar ato lintas denominasi. Berarti tidak ada suatu denominasi yang overwhelming/dominan. ISCF sebagai Parachurch menerima semua denominasi untuk masuk didalamnya, namun denominasi tersebut haruslah menerima juga 11 pengakuan iman kita.
3. Engage with the world in Social Welfare and Evangelism -Section ini menyebutkan tentang tujuan parachurch itu ada: engage with the world. Orang Kristen sebagai garam dan terang dunia, yang hidup didalam dunia, mempunyai mandat untuk mempengaruhi dunia ini dan membawa dunia ini kepada Kristus. Hence, we have to interact, we have to engage. But how? in what field?- Social Welfare - Yesus memerintahkan kita untuk mengasihani orang-orang yang kekurangan, lemah, tersingkirkan, ataupun terkena musibah. Kita melayani mereka dengan kasih yang tulus, kasih yang kita terima yang berasal daripada Allah sendiri (Yoh 3:16). By doing this, we show to the world the beauty and the greatness of God's love.- Evangelism - what about evangelism?? It seems to be a scary word for us. Kita tahu betapa tidak mudahnya untuk memberitakan Injil, walau sebenarnya Tuhan memampukan kita melakukannya. Too many of us make excuses for not proclaiming the Gospel. Tapi, inilah yang menjadi tugas kita. Banyak alasan mengapa kita harus menginjili (bisa baca buku Pdt Mangapul Sagala tentang penginjilan)."Evangelism is our raison d'etre (reason for being,red). It is the heartbeat of our movement." (Prof. Samuel Escobar, IFES Presidential Address, 2003)
This is the beauty of a parachuch, which is, actually, an ideal hope by its founding fathers (FES - 1947). Keindahannya terletak pada pekerjaan Tuhan yang dikerjakan bukan oleh gereja tertentu (denominasi tertentu), tapi oleh orang-orang dari berbagai denominasi/gereja yang bersatu untuk mencapai GOAL yang sama. Dengan pemahaman demikian, anggota parachurch bisa lebih fokus untuk memikirkan tentang bagaimana mencapai GOAL itu.
Minggu, 06 Juli 2008
24 Februari 2008
Ini Minggu pertama kali aku menulis ttg yang kudapat dari khotbah GRII sore...ini bukanlah ringkasan khotbah, tp hal2 yg menegur, menangkap perhatian yang mgkn berguna buat hidupku suatu saat nanti.
Pembicara: Pdt DR Stephen Tong
Bacaan Alkitab: Kejadian 31: 22-55
Topik: Laban mengejar Yakub dan perjanjian mereka
Hal-hal yang didapat:
1. Adanya konsep "common grace" dari Tuhan untuk menahan orang untuk berbuat dosa (meskipun dia bukan kristen) - ayat 24 : Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban,.....berfirman kepadanya: "Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun"Tuhan, dalam mimpi, melarang Laban untuk mengatai Yakub (berbuat dosa). Kalau dilihat dalam konteks jaman ini, Tuhan juga menciptakan barrier2 yang menahan manusia dari berbuat dosa, antara lain dengan memberikan pemerintah, polisi, hukum, hati nurani, dsb.Tapi ada kemungkinan suatu saat nanti common grace ini bisa saja diambil Tuhan, dan pada saat itu kejahatan makin merajalela, pemerintah semakin powerless, berdosa sudah jadi hal biasa, dan orang lebih sulit menerima kebenaran Firman Tuhan.
2. Jangan sembarangan menjamin orang lain - ayat 32: "Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.Yakub begitu confident bahwa ia dan rombongannya tidak mengambil terafim (dewa-dewa) milik Laban, padahal Rahel melakukannya, tapi ia tidak tahu. Ia sudah sesumbar bahwa siapa yang mengambil terafim itu, janganlah ia hidup. Bayangkan, bagaimana sedih dan meratapnya Yakub jika Rahel, orang yg paling dicintainya, kedapatan mencuri dan harus mati karena sesumbarnya sendiri??Untung Tuhan masih baik sama dia, karena Laban akirnya tidak menemukan terafim itu.Berapa sering kita terlalu percaya pada teman dekat kita. misalnya kalau dia butuh uang dan kita bantu dia pinjam sama orang lain, kita kadang2 berani jamin dia :"udahlah pinjamkan saja uang sama dia. nanti saya yang jamin. dia pasti kembalikan"...Teman dekat itu (kalau tidak tahu terima kasih), ketika tahu kalau kita yang jamin, seringkali seenaknya, uang dihabiskan dan tidak bisa bayar, akirnya kita yang harus menanggung semua karena kita yang jamin dia.
3. Kesombongan orang kaya yang kira dia memberi anugerah pada orang miskin dengan memberi mereka lapangan pekerjaan - ayat 43: Lalu Laban menjawab Yakub: "Perempuan-perempuan ini anakku dan anak-anak lelaki ini cucuku dan ternak ini ternakku, bahkan segala yang kaulihat disini adalah milikku;..."Yakub bekerja 20 tahun dengan setia dan karena itu ternak Laban bertambah sangat banyak karena penggembalaan Yakub. Laban pun mengakuinya sendiri pada Kej 30:27 yang berkata karena Yakub, dia diberkati Tuhan. Tapi sekarang dia lupa, dan mengklaim semua adalah milik dia. Yakub bisa hidup, punya pekerjaan, punya istri, Laban kira itu karena jasa dia. Padahal manusia harus ingat, semua berkat itu adalah dari Tuhan. Tuhan memelihara orang kaya yang jadi bos, Tuhan yang sama juga memelihara orang yang bekerja pada bos itu. Jangan mencuri kemuliaan Tuhan!
Soli Deo Gloria!
Pembicara: Pdt DR Stephen Tong
Bacaan Alkitab: Kejadian 31: 22-55
Topik: Laban mengejar Yakub dan perjanjian mereka
Hal-hal yang didapat:
1. Adanya konsep "common grace" dari Tuhan untuk menahan orang untuk berbuat dosa (meskipun dia bukan kristen) - ayat 24 : Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban,.....berfirman kepadanya: "Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun"Tuhan, dalam mimpi, melarang Laban untuk mengatai Yakub (berbuat dosa). Kalau dilihat dalam konteks jaman ini, Tuhan juga menciptakan barrier2 yang menahan manusia dari berbuat dosa, antara lain dengan memberikan pemerintah, polisi, hukum, hati nurani, dsb.Tapi ada kemungkinan suatu saat nanti common grace ini bisa saja diambil Tuhan, dan pada saat itu kejahatan makin merajalela, pemerintah semakin powerless, berdosa sudah jadi hal biasa, dan orang lebih sulit menerima kebenaran Firman Tuhan.
2. Jangan sembarangan menjamin orang lain - ayat 32: "Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.Yakub begitu confident bahwa ia dan rombongannya tidak mengambil terafim (dewa-dewa) milik Laban, padahal Rahel melakukannya, tapi ia tidak tahu. Ia sudah sesumbar bahwa siapa yang mengambil terafim itu, janganlah ia hidup. Bayangkan, bagaimana sedih dan meratapnya Yakub jika Rahel, orang yg paling dicintainya, kedapatan mencuri dan harus mati karena sesumbarnya sendiri??Untung Tuhan masih baik sama dia, karena Laban akirnya tidak menemukan terafim itu.Berapa sering kita terlalu percaya pada teman dekat kita. misalnya kalau dia butuh uang dan kita bantu dia pinjam sama orang lain, kita kadang2 berani jamin dia :"udahlah pinjamkan saja uang sama dia. nanti saya yang jamin. dia pasti kembalikan"...Teman dekat itu (kalau tidak tahu terima kasih), ketika tahu kalau kita yang jamin, seringkali seenaknya, uang dihabiskan dan tidak bisa bayar, akirnya kita yang harus menanggung semua karena kita yang jamin dia.
3. Kesombongan orang kaya yang kira dia memberi anugerah pada orang miskin dengan memberi mereka lapangan pekerjaan - ayat 43: Lalu Laban menjawab Yakub: "Perempuan-perempuan ini anakku dan anak-anak lelaki ini cucuku dan ternak ini ternakku, bahkan segala yang kaulihat disini adalah milikku;..."Yakub bekerja 20 tahun dengan setia dan karena itu ternak Laban bertambah sangat banyak karena penggembalaan Yakub. Laban pun mengakuinya sendiri pada Kej 30:27 yang berkata karena Yakub, dia diberkati Tuhan. Tapi sekarang dia lupa, dan mengklaim semua adalah milik dia. Yakub bisa hidup, punya pekerjaan, punya istri, Laban kira itu karena jasa dia. Padahal manusia harus ingat, semua berkat itu adalah dari Tuhan. Tuhan memelihara orang kaya yang jadi bos, Tuhan yang sama juga memelihara orang yang bekerja pada bos itu. Jangan mencuri kemuliaan Tuhan!
Soli Deo Gloria!
John Calvin Theology
Ini aku tulis apa yang aku catat (menulis yang dicatat=p) waktu mendengarkan progsif tentang John Calvin, one of the spiritual giants in reformation era.
1. Biografi
- Kalau dibandingkan dengan Luther : dia less attractive, lebih calm, and structured (fruits of thoughts are more organized in certain places)
- Dilahirkan tahun 1509 di Noyon, Prancis
- Belajar di Paris, Orleans dan Bruges (dia mengenal pengaruh2 humanisme dan englightenment di tempat2 ini)
- tahun 1534 meninggalkan Paris (ada hubungannya dengan Nicholas Cop), lalu belajar bahasa Ibrani di Basel, sampai akhirnya menulis Institutio edisi I
*) Adalah kecelakaan kalau lebih kenal teologi daripada Alkitab, tapi juga omong kosong baca Alkitab tanpa 'skull of theological thoughts'
- tahun 1536 memutuskan pindah ke Strasbourg, via Jenewa (bertemu Farel disitu) dimana dia mendukung reformasi di Jenewa.
- Calvin muda orangnya tidak sabaran, sehingga tahun 1538 reformasinya gagal, lalu dipaksa meninggalkan Jenewa.
- Strasbourg (Bucer's Farelism: bilang Calvin itu seperti Yunus yang lari). Setelah 3 tahun Konsili Jenewa memintanya untuk kembali. Tapi dia enggan dan berkata: "I'd prefer a hundred other deaths to that cross, on which I should have to die a thousand times a day". Dia mengalami trauma ketertolakan dan panggilan ini menguji dia apakah dia mentuhankan perasaannya atau tidak.
- menjalani hidup Austere: 1x makan sehari, tidur sangat sedikit.- kuburannya hanya ditandai dengan batu biasa (plain stone)
2. Pemikiran2 Teologis
- Thoughtful, no hint of profound personal struggles (tidak seperti Luther yang cukup mengutamakan personal experience).
- Institutes of the Christian Religion (ICR) and Bible Commentaries
- ICR books:
1. Knowledge of God the Creator.
2. Knowledge of God the Redeemer in Christ, first disclosed to the Fathers under the Law, then to us in Gospel.
3. The way in which we receive the grace of Christ (classical soteriology): what benefits come to us from it, and what effects follow (following soteriology)-> justification and sanctification in Christian life.
4. The external means or aids by which God invites us into the society of Christ -> doktrin gereja, sacrament, government*)The center of Calvin's Theology:Unio cum Christo, meditatio futurae vitae, Providentia Dei, Predestination, Gloria Dei: semua saya lakukan HANYA bagi kemuliaan Tuhan (versus Soli Deo Gloria: semua kemuliaan HANYA bagi Tuhan)
(to be continued)
1. Biografi
- Kalau dibandingkan dengan Luther : dia less attractive, lebih calm, and structured (fruits of thoughts are more organized in certain places)
- Dilahirkan tahun 1509 di Noyon, Prancis
- Belajar di Paris, Orleans dan Bruges (dia mengenal pengaruh2 humanisme dan englightenment di tempat2 ini)
- tahun 1534 meninggalkan Paris (ada hubungannya dengan Nicholas Cop), lalu belajar bahasa Ibrani di Basel, sampai akhirnya menulis Institutio edisi I
*) Adalah kecelakaan kalau lebih kenal teologi daripada Alkitab, tapi juga omong kosong baca Alkitab tanpa 'skull of theological thoughts'
- tahun 1536 memutuskan pindah ke Strasbourg, via Jenewa (bertemu Farel disitu) dimana dia mendukung reformasi di Jenewa.
- Calvin muda orangnya tidak sabaran, sehingga tahun 1538 reformasinya gagal, lalu dipaksa meninggalkan Jenewa.
- Strasbourg (Bucer's Farelism: bilang Calvin itu seperti Yunus yang lari). Setelah 3 tahun Konsili Jenewa memintanya untuk kembali. Tapi dia enggan dan berkata: "I'd prefer a hundred other deaths to that cross, on which I should have to die a thousand times a day". Dia mengalami trauma ketertolakan dan panggilan ini menguji dia apakah dia mentuhankan perasaannya atau tidak.
- menjalani hidup Austere: 1x makan sehari, tidur sangat sedikit.- kuburannya hanya ditandai dengan batu biasa (plain stone)
2. Pemikiran2 Teologis
- Thoughtful, no hint of profound personal struggles (tidak seperti Luther yang cukup mengutamakan personal experience).
- Institutes of the Christian Religion (ICR) and Bible Commentaries
- ICR books:
1. Knowledge of God the Creator.
2. Knowledge of God the Redeemer in Christ, first disclosed to the Fathers under the Law, then to us in Gospel.
3. The way in which we receive the grace of Christ (classical soteriology): what benefits come to us from it, and what effects follow (following soteriology)-> justification and sanctification in Christian life.
4. The external means or aids by which God invites us into the society of Christ -> doktrin gereja, sacrament, government*)The center of Calvin's Theology:Unio cum Christo, meditatio futurae vitae, Providentia Dei, Predestination, Gloria Dei: semua saya lakukan HANYA bagi kemuliaan Tuhan (versus Soli Deo Gloria: semua kemuliaan HANYA bagi Tuhan)
(to be continued)
Doushite noto wo kakimasuka
Haha seperti judulnya mengatakan, aku ingin menuliskan kenapa aku menulis...sebenarnya aku bukan orang yang suka menulis, lebih suka membaca...karena menulis itu capek (even mengetik sekalipun=p)...waktu sekolah (SMP, SMA, red) pun benernya paling males suruh nyatet...untungnya di NTU ada lecture notes (or slides=p), jadi ga perlu banyak2 mencatat seperti orang yang kuliah di US...tinggal ngeprint trus nambahin dikit2 yang lecturer ngmg tp ga ada di notes...
Dulunya aku selalu berpikir bahwa seharusnya aku ga perlu mencatat, semuanya diingat2 saja...tapi ternyata kemampuan otak itu terbatas (atau karena tidak dilatih??)..waktu kuliah menyadari ga bisa ingat semua...sering blajar subject tapi ingetnya cuman sebatas exam. Abis exam lewat ya udah byebye haha... (tapi ada yang bilang katanya orang normal cuman menggunakan 2% kapasitas otak, gimana tuh??)..berbeda sama kalo pas SMA, pelajaran2 kelas 1, kelas 3 masih bisa ingat (kalo ngga, susa buat lulus UAN=D)
Jadi mengapa? ada yang menulis blog karena merefleksikan apa yang didapat. hmm...bakal ada post2 yang kaya gitu disini, tp bukan motivasi awal aku pribadi...(wah jadi teringat untuk menuliskan pengalaman di negeri sakura--> buka2 archive dulu=p) ada yang menulis blog karena menceritakan kejadian yang dialami...hmm aku juga suka cerita2 seh, tp lebih suka cerita sambil ngomong (ditambahin bumbu gestures, tone, intonasi, dll hehehe)..lebih seru dan ada interaksi...
Jadi kenapa (duh ko muter2 daritadi)? nah2, akhir2 ini aku ada kesempatan ikut event2 seperti seminar, atau progsif (program intensif) di gereja, atau lain2nya...aku, yang dulunya tidak suka mencatat, akhir2 ini terdorong untuk membawa 1 buku dan pulpen, lalu mencatat hal2 yang penting (karena seringkali lupa bbrp lama stlh ikut event2 itu, kan akung)...nah2 umumnya sesuatu itu habis aku catat dalam buku, buku itu sering lambat laun tidak terperhatikan (apalagi kalo udah ganti buku--> my bad habit), jadinya suatu saat mgkn aja bukunya hilang dan semua catatannya GONE T_T..nah jadi apa yang aku tulis di buku catetan fisik, aku transfer kesini, supaya jadi buku catetan yang lebih sulit (if not impossible) hilang haha..Lalu kalo ada blog enak juga...pas browsing2 trus terlintas something yang aku pernah dapatkan dari seminar2 tapi aku lupa, bisa langsung ketik URL kesini dan membacanya lagi^^...
Dulunya aku selalu berpikir bahwa seharusnya aku ga perlu mencatat, semuanya diingat2 saja...tapi ternyata kemampuan otak itu terbatas (atau karena tidak dilatih??)..waktu kuliah menyadari ga bisa ingat semua...sering blajar subject tapi ingetnya cuman sebatas exam. Abis exam lewat ya udah byebye haha... (tapi ada yang bilang katanya orang normal cuman menggunakan 2% kapasitas otak, gimana tuh??)..berbeda sama kalo pas SMA, pelajaran2 kelas 1, kelas 3 masih bisa ingat (kalo ngga, susa buat lulus UAN=D)
Jadi mengapa? ada yang menulis blog karena merefleksikan apa yang didapat. hmm...bakal ada post2 yang kaya gitu disini, tp bukan motivasi awal aku pribadi...(wah jadi teringat untuk menuliskan pengalaman di negeri sakura--> buka2 archive dulu=p) ada yang menulis blog karena menceritakan kejadian yang dialami...hmm aku juga suka cerita2 seh, tp lebih suka cerita sambil ngomong (ditambahin bumbu gestures, tone, intonasi, dll hehehe)..lebih seru dan ada interaksi...
Jadi kenapa (duh ko muter2 daritadi)? nah2, akhir2 ini aku ada kesempatan ikut event2 seperti seminar, atau progsif (program intensif) di gereja, atau lain2nya...aku, yang dulunya tidak suka mencatat, akhir2 ini terdorong untuk membawa 1 buku dan pulpen, lalu mencatat hal2 yang penting (karena seringkali lupa bbrp lama stlh ikut event2 itu, kan akung)...nah2 umumnya sesuatu itu habis aku catat dalam buku, buku itu sering lambat laun tidak terperhatikan (apalagi kalo udah ganti buku--> my bad habit), jadinya suatu saat mgkn aja bukunya hilang dan semua catatannya GONE T_T..nah jadi apa yang aku tulis di buku catetan fisik, aku transfer kesini, supaya jadi buku catetan yang lebih sulit (if not impossible) hilang haha..Lalu kalo ada blog enak juga...pas browsing2 trus terlintas something yang aku pernah dapatkan dari seminar2 tapi aku lupa, bisa langsung ketik URL kesini dan membacanya lagi^^...
Langganan:
Postingan (Atom)